SEBERAPA PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM KANDUNGAN ?
Kehamilan memanglah suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pasangan kekasih yang sudah lama menikah. Tenggang waktu hamil setiap pasangan memang berbeda-beda. Ada yang setelah menikah langsung dikaruniai anak, ada pula yang setelah menikah berjalan lama namun belum dikaruniai anak.
Maka tak jarang, banyak pasangan yang setelah mengetahui kehamilan pertamanya sangatlah protektif dalam menjaga kehamilan tersebut. Boleh-boleh saja protektif demi keselamatan si janin, namun jangan terlalu berlebihan. Karena setiap umur janin dalam kandungan selalu memiliki perhatian yang berbeda, oleh sebabnya jangan melulu soal protektif saja yang diberikan melainkan pendidikan kandungan sesuai dengan perkembangan janin juga harus terus diperhatikan.
Lalu apa saja perhatian khusus yang harus dilakukan oleh sepasang kekasih terhadap janin dalam kandungannya ?
Salah satu perhatian khusus yang paling penting dari yang terpenting lainnya adalah pendidikan dalam kandungan. Pendapat beberapa ahli mengenai pendidikan dalam kandungan ini bisa dimulai sejak bayi berusia 8 minggu / 2 bulan. Jadi untuk para ibu hamil yang kandungannya sedang/lewat berusia dua bulan harap segera sadar untuk melakukan pendidikan khusus ini, karena pada usia ini janin sudah dapat dilatih untuk berinteraksi bersama sang ibu melalui pembicaraan-pembicaraan ringan.
Pendidikan dalam kandungan ini sangat penting karena dapat memengaruhi kecerdasan anak ketika lahir nanti. Apabila semasa hamil sang ibu selalu melakukan kegiatan yang bermanfaat mengasah otak maka hal itu akan berpengaruh pada anak setelah lahir dan tumbuh dewasa. Perlakuan positif ini justru bertolak belakang dengan para ibu hamil yang hanya bermalas-malasan ketika mengandung, maka saat lahir pun tidak salah apabila anaknya memiliki sifat malas.
Maka peran kedua orangtua atau sepasang kekasih ini sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin dalam kandungan. Contohnya seperti perhatian suami terhadap isterinya yang sedang mengandung. Bayangkan saja apabila semasa hamil, suami selalu membawa aura negatif saat berdekatan dengan sang isteri sehingga menimbulkan emosi pada keduanya, maka hal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan janin. Karena semasa usia 2 bulan janin sudah mulai mendengarkan suara-suara dari luar perut ibundanya. Sehingga ketika emosi tak terkendali dan sang janin mendengarkan semua amarah orangtua-nya maka bisa jadi tindakan itu akan berimbas pada tindakan anak saat tumbuh kembangnya.
Saya sendiri juga sering menyimak berbagai pengakuan orang tua dalam acara TV hafidz, mereka mengungkapkan bahwa anak-anak mereka yang masih berusia 5tahun telah sukses menghafal Al-Qur’an sebanyak lebih dari 10 juz dikarenakan sejak dalam kandungan sang ibu giat melantunkan ayat suci serta mendengarkan murottal. Oleh sebabnya setelah lahir, apabila sang Ibu mengajarkan bacaan Qur’an maka anak akan dengan cepat memahami apa yang diajarkan Ibunya, lantaran sejak dalam kandungan dirinya telah terbiasa mendengarkan lantunan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibunya.
Oleh sebabnya sangatlah penting bagi seluruh pasang kekasih dalam memahami pendidikan kandungan ini, agar generasi Indonesia selanjutnya menjadi bibit-bibit unggul yang Insha’Allah dapat membanggakan Indonesia. Aamiin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar