MEMINIMALISIR KATA ‘JANGAN’ PADA USIA PERKEMBANGAN ANAK
Sejatinya pendidikan itu tidak melulu tentang bangku sekolah ataupun perkuliahan. Namun kebanyakan orang awam mengatakan bahwa belajar hanya bisa dilakukan dalam bangku sekolah maupun bangku perkuliahan saja, karena menurut sepengetahuan mereka dalam kegiatan belajar mengajar itu harus terdapat pendidik dan peserta didik, sedangkan kedua komponen tersebut hanya berlaku di pendidikan formal ataupun non formal saja.
Padahal untuk pendidikan sendiri digolongkan dalam 3 jenis diantaranya, pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Dimana pendidikan formal dan non formal ini terdapat lakon guru serta siswa, sedangkan informal sendiri adalah pendidikan yang ilmunya tak sengaja didapatkan oleh setiap manusia di sepanjang harinya.
Contoh pendidikan informal dapat dilihat dari kejadian anak berusia 2 tahun berikut. Seorang anak berusia dua tahun sudah mulai berjalan lancar dan mampu memanfaatkan seluruh anggota tubuhnya untuk menjelajah sesuatu. Seperti halnya memainkan jarinya untuk mengutak-atik kran air pada dispenser. Akan ada saatnya dimana suatu saat nanti saat anak ini bermain dispenser tak sengaja menekan kran air panas dan air panas mengalir pada tangannya sehingga membuat ia menjerit kepanasan. Dari kejadian tersebut sudah dipastikan sang anak tidak akan lagi berdekatan dengan dispenser karena pengalaman buruknya teraliri air panas.
Tanpa panduan dari orang disekitar, anak ini dapat mengetahui sendiri secara pasti bahwa dispenser sangat berbahaya untuknya. Inilah yang dinamakan dengan pendidikan informal, satu orang dapat berperan sebagai lakon guru serta murid. Karena pengalamannya tersebut maka dia memerintahkan kepada dirinya sendiri untuk tidak lagi bermain dispenser, dan dirinya mematuhi hal tersebut.
Oleh sebabnya ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, orangtua jangan pernah melarang si anak ketika sedang menjelajah sesuatu, biarkan dia menemukan ilmu pendidikan informal dari pengalamannya sendiri. Karena apabila orangtua terlalu banyak melarang anaknya atau terlalu sering mengatakan ‘jangan’ saat anak sedang menjelajah sesuatu maka itu akan membentuk mental anak menjadi mental yang tidak percaya diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar