PELACUR AKADEMIK
Istilah pelacur memang begitu hina saat tertangkap oleh indera pendengaran kita. Yang kita tahu dari lirik lagu Noah – Kupu-kupu Malam, dimana dalam lirik tersebut menggambarkan kehidupan pelacur yang berusaha menyambung nyawa dengan pekerjaan yang dilakoninya. Tidak ada pelacur yang miskin, semua pelacur hidup nyaman dalam ke-hina-an atas dirinya. Untuk mendapatkan kesejahteraan hidup mereka rela menghinakan dirinya. Begitulah kurang-lebih gambaran pelacur dalam pandangan setiap manusia.
Bertanya-tanya kah anda dengan judul ‘Pelacur Akademik’, mengapa dalam hal akademik disejajarkan dengan kata pelacur ?
Tentu ketika membaca paragraf kehidupan pelacur diatas anda akan paham bagaimana hal tersebut jika diibaratkan dengan pelacur akademik. Jika dalam lirik lagu kupu-kupu malam dikatakan bahwa yang pelacur ketahui pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah untuk menyambung nyawa, maka yang diketahui oleh pelacur akademik juga sama, hanyalah untuk menyambung popularitas.
Apabila pelacur mendapatkan kesejahteraan hidup dengan rela menghinakan dirinya, maka yang dilakukan oleh pelacur akademik juga demikian. Pelacur akademik rela menghinakan nama baiknya demi mendapatkan kesejahteraan hidup atas hasil-hasil karya orang lain yang ia plagiatkan dengan namanya.
Ya, sudah paham bukan apa itu pelacur akademik ? Pelacur akademik adalah mereka yang gemar menyalin karya orang lain dan mempublikasikan ke khalayak ramai lalu mengakui bahwa karya tersebut adalah hasil pemikirannya sendiri. Semua itu mereka lakukan demi popularitas dan kesejahteraan untuk kehidupannya. Karena pada dasarnya honor menulis itu sangatlah tinggi. Oleh sebabnya seseorang yang telah melakukan plagiat karya orang lain ini demi kepentingan komersil ataupun lainnya disama rata kan dengan istilah pelacur. Karena dirinya rela meng-hinakan nama baiknya demi keuntungan dirinya sendiri.
Menyambung dari postingan sebelum-sebelumnya yang berjudul ‘Ke-alpa-an membaca’, setiap orang harus paham bahwa untuk mendapatkan hasil karya berupa tulisan yang baik maka harus rajin membaca, mencari berbagai referensi untuk mengisi gudang bacaan kita. Karena karya yang bagus dan berbobot sudah pasti didasari oleh seberapa banyak buku yang telah kita baca.
Maka dari itu agar popularitasmu tidak diberi label ‘pelacur akademik’ giatlah membaca mulai dari sekarang. Perbanyak referensi bacaan agar seluruh karyamu berbobot, sehingga popularitasmu dikenal bukan sebagai plagiat melainkan atas kerja keras mu sendiri. Karena sesungguhnya tidak ada jalan tol menuju gerbang kesuksesan. Seluruhnya harus dilandasi dengan memandirian masing-masing individu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar