Selasa, 25 September 2018

BENALU PENDIDIKAN

BENALU PENDIDIKAN

Apa yang anda pikirkan ketika pertama kali membaca judul artikel ini ?

Sempat bertanya-tanya kah anda mengapa kata ‘benalu’ disandingkan dengan kata ‘pendidikan’ ?

Apa yang anda tahu soal benalu ? Ya. Benalu ada lah tumbuhan parasit. Dimana tumbuhan ini hidup dan tumbuh pada batang tumbuhan lain. Istilah awamnya ‘menumpang hidup’. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai benalu kalian bisa mencarinya sendiri melalui berbagai referansi, karena disini saya tidak akan membahas tanaman benalu. Melainkan saya hanya mengambil kata ‘benalu’ sebagai kiasan dalam artikel saya.

Jadi sudah paham mengenai benalu, bukan ? Yang perlu di garis bawahi adalah istilah benalu yang “menumpang hidup”. Nah apabila kata benalu ini disandingkan dengan kata pendidikan maka istilah “benalu pendidikan” dapat diartikan sebagai numpang hidup dalam dunia pendidikan.

Sama halnya dengan simbiosis pada pohon mangga dan benalu. Dalam dunia pendidikan hal tersebut juga dapat terjadi. Sering kita dengar dari peserta teman-teman lain atau bahkan juga sering kita alami sendiri dimana ketika guru/dosen memberikan tugas kelompok kepada kita namun yang terjadi adalah sebaliknya. Embel-embel ‘tugas kelompok’ hanya sebagai status dimata guru/dosen saja, karena hasil akhir yang menunjukkan seluruh nama anggota kelompok lengakp tertulis dalam cover. Padahal pada kisah yang sebenarnya tidak seluruh anggota ikut serta dalam penyelesaian tugas tersebut, atau mungkin anggota tersebut hanya hadir sekedar hadir tanpa membantu. Inilah yang dinamakan ‘benalu pendidik’. Ia adalah mereka-mereka yang menumpang nama pada cover hasil laporan tanpa  menyumbangkan sedikit pun ide  untuk penyelesaian tugasnya.

Sedikit ku beri fakta mengenai kisah si benalu pendidik ini. Mereka menyukai tugas kelompok namun tidak pernah menghadiri kerja kelompok. Karena rasa sukanya hanya didasarkan pada sikap mereka yang gemar mengandalkan orang lain. Ketika dibuatkan chat group sebagai forum diskusi online mereka merengek untuk dimasukkan sebagai anggota grup, namun tidak menimbrung sedikit pun ketika diskusi online berlangsung. Fakta terakhir, mereka seperti dajjal, muncul dalam sekali waktu namun menggemparkan seluruh penghuni grup. Mengapa menggemparkan ? Karena mereka hanya muncul ketika teman penyusun makalah bertanya soal NIM. 

Untuk kalian, sahabat yang membaca artikel ini. Apabila kalian merasa terpanggil ke dalam julukan ‘benalu pendidik’ ini maka segera sadarkan diri. Belas kasihanilah orang tua kalian yang sudah bersusah payah mencari uang untuk biaya pendidikan kalian. Jangan asyik-asyikan menjadi benalu pada perjuangan orang lain. Hidupmu hanya sekali. Maka buat hidupmu berfaedah. Jangan merepotkan orang lain, karena orang lain saja juga punya kerepotan sendiri dalam menjalankan hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar