Minggu, 23 September 2018

EGOENTRIS

EGOENTRIS


Egois tidak hanya diartikan sebagai sifat yang mementingkan diri sendiri/golongannya saja. Bisa juga dikatakan pada seseorang yang selalu menganggap bahwa dirinya-lah yang paling benar.

Pernah kah anda memiliki teman semacam itu ?

Yang menganggap dirinya selalu benar dan menyalahkan orang lain ?

Pahamilah! Bahwa teman anda tersebut egois. Karena ia melihat segala kebenaran dari sudut pandang dirinya saja, tanpa melihat dari sudut pandang lawan bicaranya.

Ataupun anda merasa bahwa sifat ini terjadi pada diri anda ?

Bahwa setiap kali berbicara dengan lawan bicara, anda selalu ingin pendapat anda dihargai dan tidak memedulikan pendapat orang lain. Pahamilah! Anda termasuk orang yang dikategorikan memiliki sifat egoentris.

Kebanyakan dari orang yang memiliki sifat egois tidak akan memiliki banyak teman. Jika memiliki teman pun sangat diyakini bahwa teman tersebut hanyalah terpaksa dan kasihan. Seperti halnya ketika seorang egois itu mengajak berdebat kepada temannya, maka temannya hanya akan meng-iya kan apapun yang dikatakan si egois itu tanpa memberikan balasan argumen. Karena dirasa hanya akan membuang waktu berdebat dengan orang yang tidak ingin diberikan kritik/saran dalam pendapatnya tersebut. Seluruhnya akan terasa sia-sia apabila ditanggapi dan tanggapannya tidak diterima.

Namun tidak selamanya egois dipandang buruk. Karena ternyata setelah dipahami, egois ini memiliki sisi positif, seperti dibalik sikap egois seseorang terdapat sikap percaya diri. Percaya diri dalam mengungkapkan pendapat dan yakin bahwa pendapatnya benar. Walaupun terdapat nilai plus dari sikap egois ini bukan berarti sikap ini harus terus dipelihara. Karena pada dasarnya nilai negatifnya jauh lebih banyak, seperti diri sendiri tidak akan menerima masukan dari siapapun serta merugikan orang lain karena tidak dapat menyampaikan pendapatnya secara bebas.

Lantas bagaimana cara menghilangkan sikap egoentris ini ?

Pernahkah anda membaca pengetahuan tentang teori belajar ? Dimana tahap perkembangan anak yang diungkapkan oleh Piaget pada usia 0-2 tahun itu memiliki sifat egoentris yang sangat tinggi. Jadi tanamkan pada diri anda apabila anda memiliki sikap egois diusia yang cukup matang maka tidak lain anda adalah bocah berusia 2tahun seperti yang dikatakan oleh Piaget. Selain itu juga anda dapat menghilangkan sikap egois ini dengan cara mencoba tidak selalu menyangkal apapun yang dikatakan oleh lawan bicara anda, biasakan jangan melihat dari sudut pandang diri anda saja melainkan juga melihat dari sudut pandang lawan bicara. Karena bisa jadi pendapat dari lawan bicara anda lebih benar daripada pendapat anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar