NEGERI vs. SWASTA
Pernahkah anda memerhatikan seberapa jauh perbandingan kualitas sekolah negeri dengan sekolah swasta ?
Sebagai seorang calon pendidik pernahkah anda menerawang suatu saat dimana anda akan bekerja ?
Saya percaya tentu siapapun memikirkan hal tersebut. Ketika seseorang benar-benar menekuni bidang perkuliahannya maka tidak akan ada lagi yang menanamkan sikap seperti air (terus mengalir mengikuti arus). Hal demikian mulai terpikirkan oleh para calon pendidik ketika mereka mulai mendapat tugas dari dosen mereka untuk kegiatan observasi lapangan yang kadang-kala mengharuskan mereka untuk terjun ke dua sekolah berstatus berbeda tersebut.
Tak jarang dari mereka berkeinginan untuk dapat diterima kerja di sekolah swasta karena selain perhatian (honor) yang diberikan kepada guru amat besar dibandingkan sekolah negeri, warga awam disekitar sekolah juga mengecap bahwa guru yang mengajar di sekolah swasta adalah guru cerdas. Hal ini dapat terungkap karena memang kualitas anak yang terlahir dari pendidikan swasta jauh lebih unggul dibandingkan sekolah negeri. Selain akademik, attitude mereka juga sangat baik.
Namun, pernahkah kalian memikirkan sesuatu mengenai letak kepantasan atas kualitas kemampuan diri anda ? Apakah anda pantas mengajar di swasta atau negeri ?
Apabila anda pernahmemikirkan hal demikian berarti anda telah memahami sejauh mana kriteria guru yang diharapkan oleh kepala satuan pendidikan tiap-tiap lembaga tersebut.
Sedikit berbagi infomasi sesuai pengetahuan saya, bahwasanya menjadi guru swasta itu tidak mudah karena mereka benar-benar menggantikan sosok orang tua murid didalam sekolah. Hal ini dapat dibuktikan melalui jam belajar mereka yang relatif lama serta kedekatan orang tua murid dengan wali murid yang mana apabila terjadi suatu hal maka orang tua murid langsung nenanyakan kepada wali kelas atas kejadian tersebut. Sehingga menjadi guru di swasta harus siap mental double karena selain menghadapi murid, orang tua murid juga harus dihadapi.
Sedangkan guru negeri saya rasa tidak seluruhnya seperti itu. Guru negeri cenderung menikmati masa pengajarannya sebagai sebuah profesi bukan hobi. Jadi kebanyakan dari guru negeri hanya sebatas mengajar saja tanpa memedulikan siswanya paham atau tidak, yang penting beliau telah mengerjakan tugasnya sebagai seorang tutor.
Sudah paham bukan dimana letak perbedaannya ?
Dari penjelasan tersebut dapat kalian ketahui dimana letak kepantasan kalian. Tengok sejauh mana kemampuan serta kesiapan kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar