Minggu, 09 September 2018

PENTINGNYA MEMAHAMI ILMU CARA MENDIDIK ANAK

PENTINGNYA MEMAHAMI ILMU CARA MENDIDIK ANAK


Anak adalah titipan dari Allah SWT yang harus diberikan kasih sayang serta bimbingan berdasarkan aturan agama. Pada dasarnya semua anak memiliki porsi yang sama dalam menerima kasih sayang dari orang tuanya. Tidak ada perbedaan dalam hal ini, karena apabila kasih sayang yang diberikan pada setiap anak berbeda porsinya maka akan menimbulkan rasa iri pada anak. Namun terkadang hal ini disepelekan oleh orang tua. Banyak dari mereka yang sudah memiliki anak lebih dari satu namun tidak pernah memperhatikan porsi kasih sayang.

Seperti contohnya tetangga saya yang memiliki dua anak, dimana kedua anaknya ini hanya berselisih 4 tahun. Saat ini kakaknya baru berusia 6 tahun dan adiknya berusia 2 tahun. Hari-hari selalu terdengar teriakan antar Ibu pada kedua anak ini karena keduanya tidak ada yang mau saling mengalah. Mereka saling berebut mainan, saling berebut untuk disupkan makanan, saling berebut untuk dimandikan. Sangat lah repot. Kadang kala terdengar teriakan ibunya yang memarahi anak pertamanya, bahwa sebagai kakak haruslah bersikap mengalah dengan adiknya.

Selain itu juga yang menjadi penyebab munculnya kembali teriakan-teriakan tersebut adalah ketika sang Ibu meminta anak pertamanya untuk menuruti apa kemauan adiknya. Contohnya, ketika Ibu sedang memasak dan adik menangis karena mainan kesayangannya hilang. Kemudian dengan segan Ibu menyuruh anak pertamanya untuk mencarikan mainan tersebut dengan nada tinggi.

Dari contoh kejadian diatas dapat kita ketahui bahwa secara tidak langsung Ibu tersebut tidak memberikan porsi yang berbeda dalam membagi kasih sayang kepada kedua anaknya. Dibuktikan dari cara dia mendidik dengan menimpalkan teriakan  kepada anak pertama untuk mengalah kepada adiknya selain itu juga memerintah anak pertamanya untuk menuruti apa yang diinginkan adiknya.

Sedangkan, pengelompokan dalam hal memperlakukan anak menurut Ali Bin Abi Thalib dibagi menjadi 3, diantaranya:

1. Anak diperlakukan sebagai raja (usia 0-7tahun)
2. Anak diperlakukan sebagai pelayan (usia 7-14tahun)
3. Anak diperlakukan sebagai sahabat (usia 14-21tahun)

Berdasarkan pengelompokan perlakuan anak menurut Ali bin Abi Thalib, layak-kah untuk di salahkan perlakuan Ibu tersebut kepada kedua anaknya, khususnya pada anak pertamanya yang masih berusia 6 tahun ?

Sangat layak saya rasa. Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib bahwa anak usia 0-7 tahun harus diperlakukan layaknya raja. Apapun yang mereka mau harus kita biarkan namun masih dalam pengawasan kita. Dari cerita tersebut sudah sangat jelas bahwa Ibu tersebut melakukan kesalahan fatal, karena salah memberikan perlakuan kepada anak pertamanya. Anak berusia 6 tahun sudah diperintah-perintahkan untuk mengalah serta menuruti apa kemauan adiknya dengan nada tinggi.

Jelas saja hal itu akan menyakiti hati anak pertamanya. Anak ini akan merasa bahwa Ibunya telah pilih kasih lantaran dirinya diperlakukan lain dengan adiknya. Perbedaan kasih sayang ini akan mengakibatkan psikis anak terganggu. Oleh sebabnya bagi para Ibu yang memiliki anak dimana selisih umurnya tidak terlampau jauh, memahami ilmu dalam mendidik anak itu sangat diperlukan. Jangan sampai anak menjadi korban kasih sayang atas didikan orang tuanya sendiri. Perlakukan anak-anak kalian dengan sama jangan dibeda-bedakan. Untuk kasus perebutan mainan solusi terbaik ada pada orangtua. Seharusnya orangtua membelikan 2 macam mainan yang sama agar mereka tidak saling berebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar