Selasa, 25 September 2018

STIGMA POSITIF

Menyambung artikel sebelumnya yang membahas mengenai dampak buruk stigma negatif, maka pada artikel ini saya akan membahas kebalikan dari hal tersebut. Ya. Stigma positif. Stigma positif adalah suatu perkataan baik yang orangtua katakan pada anak dengan maksud memberikan motivasi pada anak.

Contoh stigma positif yaitu seperti ‘anak pintar’, ‘anak rajin’, dan lain sebagainya. Cara kerja stigma positif ini tidak berbeda dengan stigma negatif. Ketika orang tua men-stigma positif pada anaknya maka stigma-an tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya yang mana anak akan merasa bahwa dirinya seperti yang dikatakan oleh orang tuanya.

Seperti halnya ketika anak merasa tidak mampu dalam memahami sesuatu maka dia akan teringat akan stigma orang tuanya, ‘Kata Bunda aku anak pintar, aku harus semangat memahami pelajaran ini biar aku bisa jadi anak pintar’.
Sama halnya ketika anak distigma ‘rajin’ oleh orang tua, maka anak akan mengatakan hal itu pada dirinya sendiri setiap hari, ‘kata Ibu aku kan anak rajin, jadi aku harus belajar giat agar dapat nilai bagus’.

Sudah paham betapa dahsyatnya dampak stigma positif ? Tidak perlu marah-marah menyuruh anak belajar, tidak perlu marah-marah menyuruh anak merapihkan barang-barangnya. Hanya dengan stigma positif maka anak akan dapat memahami apa kemauan orang tua atas dirinya.
Oleh sebabnya, setelah membaca artikel ini diharapkan orang tua dapat lebih memosisikan diri sebagai orang tua yang baik yang selalu memberikan stigma positif pada anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar