Senin, 10 Desember 2018

DIBALIK, 'ALAH GITU DOANG!'

DIBALIK, 'ALAH GITU DOANG!'


Ada apa dibalik kata 'alah gitu doang' ?

Apalah dibalik kata tersebut ada hadiah ?

Oh bukan ternyata. Dibalik 'alah gitu doang' ada penyanyi Rossa.

Rossa sedang bernyanyi disana. Menyanyikan lagunya yang berjudul, 'Hati yang Kau Sakiti'.

Ya, betul. Dibalik seseorang mengucap kata 'alah gitu doang' pada lawan bicaranya maka  terkadang akan memunculkan perasaan sakit hati pada lawan bicaranya tersebut. Karena oada dasarnya kata tersebut sangatlah mengandung unsur sensitif yang tinggi bagi sebagian orang.

Tak masalah jika kamu mengatakan hal tersebut kepada orang yang biasa-biasa saja. Namun akan berakibat fatal jika kamu mengatakan hal tersebut pada lawan bicaramu yang memiliki perasaan mudah sensitif, orang tersebut akan sangat tersinggung.

Mengapa tersinggung hanya dengan kata 'alah gitu doang' ?

Karena mereka merasa diremehkan, mereka merasa ditindas, mereka merasa tidak mempunyai kemampuan melakukan suatu hal tersebut yang dianggap mudah oleh orang lain. Oleh sebabnya hanya dengan kata 'alah gitu doang' dapat membuat sebagian orang merasa tersinggung.

Siapa yang perlu berubah ?
Apakah seseorang yang mudah terainggung atau seseorang yang midah saja berkata 'alah gitu doang' ?

Tentu saja seseorang yang mudah berkata. Karena sejatinya perasaan sulit untuk dirubah, bahkan tidak bisa. Sekali saja sakit hati maka akan susah untuk kembali baik. Bisa saja kembali namun tidak seutuh dan sebaik dulu. Sama halnya dengan piring yang pecah, bisa saja disusun ulang dengan bantuan lem namun tidak sebaik dulu kala, akan ada serpihan-serpihan kecil yang hilang dan tak mampu melengkapi bagian yang hilang.

Toh juga yang membuat hati menjadi sakit adalah lidah. Betul ?

Kalau bukan karena ucapan maka hati akan tetap baik-baik saja.



Jadi, untuk seluruh teman-teman yang membaca artikel ini, mulai sekarang jika ada orang lain yang meminta bantuan kepada kita, mohon kurangi ucapan 'alah gitu doang' karena ucapan ini akan terdengar sangat sensitif ditelinga orang-orang yang mudah tersinggung. Kita pun juga tidak tahu bagaimana perasaan lawan bicara kita, oleh sebab itu lebih baik kita menjaga lisan kita, berhati-hatilah dalam berucap. Hidup ini akan damai jika tidak ada yang tersakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar