SAAT TERKENAL MEMBUAT SEORANG MERASA TERANCAM
Siapa yang tidak ingin terkenal ?
Omong kosong seseorang tidak ingin terkenal!
Dalam hati kecil manusia pasti ada sedikit rasa untuk tetap ingin terlihat eksis dihadapan banyak orang. Dikenal banyak orang, dipuji, dibangga-banggakan.
Rasanya menyenangkan saat dikenal banyak orang. Ketika kita kesusahan dijalan, mudah saja orang lain menolong kita karena sudah mengenal.
Tidak ada orang yang menyangka bahwa terkenal akan menimbulkan kerugian. Namun pada kenyataannya begitu. Seseorang yang terkenal justru sering merasa tidak enak pada banyak orang ketika dimintai pertolongan.
Pun juga sering kita lihat dalam social media orang-orang terkenal, mereka sering mendapatkan sindiran ataupun komentar negaif dari khalayak ramai. Selain itu juga orang-orang terkenal selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang, seakan apapun yang ia lakukan serba menimbulkan kesalahan.
Misalnya saja pemain sinetron. Terlihat sekali pemain sinetron yang memerankan perilaku antagonis banyak dibenci oleh netizen. Padahal itu tuntutan profesi untuk dapat memerankan sifat antagonis dengan sangat totalitas. Seketika social media artis pemeran antagonis tersebut banjir dengan berbagai hujatan maupun komentar negatir dari netizen.
Sama halnya artis, Presiden yang merupakan orang terkenal dan terhormat nomor satu di negara juga sering mendapat hujatan dari rakyatnya sendiri.
Ayolah! Hidup jangan terlalu banyak mengomentari orang lain. Seperti hidupmu paling benar saja!
Berkacalah!
Siapa tahu sisi diri mereka yang kalian anggap megatif itu justru memberi keuntungan bagi kalian. Misalnya artis yang berperan sebagai tokoh antagonis, bayangkan saja jika tidak ada dia. Sinetron tidak akan berjalan dengan baik. Kamu tidak jadi terhibur karena sinetron itu terkesan monoton karena semua pemainnya berperan baik.
Pun juga presiden. Jangan hanya berkomentar! Kalian kita jadi presiden mudah ?
Apalagi mengatur rakyat yang susah diatur seperti kalian. Haduh elus dada berulang kali rasanya. Kalian sendiri yang sering berprasangka buruk, sebisa mungkin harus membentengi pikiran kalian dengan prasangka baik bahwa presiden sudah bekerja sebaik dan sekeras mungkin untuk rakyatnya. Karena sudah dapat dipastikan berkomitmen dalam pekerjaan itu pasti ada dalam visi setiap orang, apalagi presiden.
Jadi begitulah. Menjadi terkenal itu tidak selamanya menyenangkan. Segi menyenangkan hanya sebatas karena banyak orang yang mengenali kita, untuk selebihnya tidak ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar