Senin, 10 Desember 2018

MEREKA TERKURUNG TAPI TAK BISA MENGURUNG PEMIKIRAN DAN KREATIFITAS

MEREKA TERKURUNG TAPI TAK BISA MENGURUNG PEMIKIRAN DAN KREATIFITAS


Selamat datang!

Sudah pernah membaca artikel mengenai lapas di postingan sebelumnya ?

Masih ingat isi artikelnya seperti apa ?

Ya... Lapas bukanlah sesuatu yang menyeramkan seperti yang tergambar dalam sinetron televisi.

Lapas dibuat sangat nyaman dan menyenangkan oleh penghuninya sendiri.

Pada artikel kali ini akan saya berikan gambaran mengenai beberapa kegiatan dalam lapas.

Sama seperti lingkungan pada umumnya, didalam lapas juga mengadakan berbagai kegiatan untuk para warga binaannya. Hal ini dilakukan agar tidak hilang rasa produktifitas dalam diri pada warga binaan tersebut.

Lain halnya dengan burung dalam sangkar. Ketika burung dimasukkan kedalam sangkar maka hilang rasa produktifitasnya. Yang bisa dilakukannya hanyalah berkicau ria, tak bisa membuat sangkar untuk kenyamanan tidurnya.

Jika burung dalam sangkar kehilangan rasa produktifitas, orang dalam jeruji besi tidak akan pernah kehilangan rasa produktifitasnya. Karena sejatinya status orang dalam jeruji besi berubah nama menjadi warga binaan lapas. Dimana di dalam lapas, para warga binaan ini mendapat bimbingan dan binaan untuk dapat terarah hidupnya. Bimbingan untuk sadar dan menyesali kesalahannya, serta binaan untuk membuat warga binaan tetap produktif walau berada didalam sangkar.
Binaan semacam apa ?

Sejatinya seseorang yang sudah memiliki catatan kepolisian akan kesulitan diterima kembali oleh khalayak ramai, pun juga dalam mencari pekerjaan. Oleh sebabnya binaan ini dibina untuk dapat produktif melakukan segala hal. Maksudnya agar ketika lulus dari warga binaan dapat menciptakan karya sendiri untuk mrnghasilkan uang demi memenuhi kebutuhannya. Seperti halnya dalam lapas perempuan dibina ketrampilan menjahit, dalam lapas pria dibina ketrampilan steam motor, dalam lapas anak dibina ketrampilan membuat sebuah karya melalui teknologi tepat guna.

Dengan segala kegiatan yang diadakan ini diharapkan dapat membuat warga binaan produktif dengan ketrampilan yang telah diasahnya saat masih didalam lapas setelah lulus dan menjadi warga normal kembali. Jadi walaupun seakan dikurung mereka tetap dapat mengembangkan kreatifitasnya seperti orang pada umumnya.

Berdasarkan yang tertera diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada orang yang selamanya buruk. Yang buruk akan selalu berubah menjadi lebih baik walau tidak baik sempurna. Begitupun seseorang yang telah terjerat hukum, setelah lulus mereka bukanlah warga buruk lagi melainkan sudah berubah menjadi baik karena sejatinya telah mendapat bimbingan serta binaan dari pihak yang berwajib. Oleh sebabnya ketika kalian mendapati karya seseorang mantan warga binaan jangan mencela, jangan mencemooh, jangan meremehkan. Mereka adalah sama seperti kita pada umumnya, yang membedakan hanya kontrol emosi yang tak terkendali. Namun percayalah, setelah mendapat bimbingan serta binaan mereka telah terlahir dengan jiwa yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar