Selasa, 11 Desember 2018

INDEX



  1. SEBERAPA PENTING PENDIDIKAN DALAM KANDUNGAN
  2. PENTINGNYA MEMAHAMI ILMU CARA MENDIDIK ANAK
  3. MEMINIMALISIR KATA 'JANGAN' PADA USIA PERKEMBANGAN ANAK
  4. HINDARI HAL-HAL BERBAU 'SALAH KAPRAH' DALAM MENDIDIK MENTAL ANAK
  5. MENPOR NEGATIF YANG HARUS DIHILANGKAN
  6. WASPADA BERITA HOAX PADA ANAK
  7. JADILAH IBU DET*OL
  8. BERIKAN UMPAN , JANGAN JAWABAN!
  9. BERTEMAN dengan ANAK BEASISWA, HARUSKAH ?
  10. DAMPAK KE-ALPA-AN MEMBACA
  11. PELACUR AKADEMIK
  12. DOSEN SEBAGAI PANUTAN
  13. INGATKAN PADA DIRIMU BAHWA KARMA ITU BENAR ADANYA
  14. ALIBI TENTANG ORGANISASI
  15. KALAU TIDAK SESUAI BAGAIMANA ?
  16. EGOENTRIS
  17. BENALU PENDIDIKAN
  18. JADWAL AMBURADUL
  19. PANGGILAN ALLAH YANG DIABAIKAN
  20. CINTAI OTAKMU B'LAJAR T'RATUR TIAP HARI!
  21. NEGERI vs. SWASTA
  22. SEMPITNYA DEFINISI PANDAI
  23. TEACHERPRENEUR
  24. STIGMA NEGATIF
  25. STIGMA POSITIF
  26. USAI PERGANTIAN KEPALA SEKOLAH, SD INI BERUBAH JADI GUDANG SAMPAH BOTOL PLASTIK!
  27. DISANGKA BODOH, TERNYATA ANAK INI BERKEBUTUHAN KHUSUS
  28. PESAN TERSIRAT LIRIK LAGU IWAN FALS INI BIKIN MAHASISWA MERENUNG
  29. PENJARA INI SUDAH DIBUAT NYAMAN NAMUN TAHANAN MASIH MERASA TAK BETAH. KENAPA BEGITU ?
  30. HAHA-HIHI KEMUNAFIKAN TENAGA PENDIDIK
  31. SEBAB VISI HIDUP MEMBAWAMU PADA KESUKSESAN
  32. INI DIA KUNCI SUKSES CALON GURU SD
  33. MENYANYI LAGU 'HAY TAYO' DI TEMPAT UMUM DENGAN KERAS SAMA SAJA KAU MENCETAK DOSA BERLIPAT-LIPAT
  34. TAHUKAH MAMAH, APA YANG DIPIKIRKAN ANAK SAAT ORANGTUANYA BERMAIN GADGET DI SAMPINGNYA ?
  35. KONSEKUENSI DAN APRESIASI ADALAH SEBAGIAN DARI BENTUK MOTIVASI
  36. SERAM! TERNYATA INI DAMPAK NERBANGIN BALON KE LANGIT ! MASIH MAU BERGEMBIRA DENGAN NERBANGIN BALON ?
  37. GAGAL PAHAM! SLOGAN POLRI ‘INI’ SEPERTINYA PERLU DIROMBAK ULANG
  38. 3 HAL ‘INI’ MEMBUAT ANDA BERPIKIR DUA KALI UNTUK MASUK JURUSAN PGSD
  39. FILOSOFI JAWA: AJINING DIRI SAKA LATHI, AJINING RAGA SAKA BUSANA
  40. MEREKA TERKURUNG TAPI TAK BISA MENGURUNG PEMIKIRAN DAN KREATIFITAS
  41. HILANGKAN SIKAP TIDAK ENAK HATI
  42. HIDUP TIDAK SELAMANYA EMPATI. SELALU ADA SIKAP MASA BODOH UNTUK MAJU
  43. ITU GIGI ATAU RUMAH, KOK BANYAK PAGAR ?
  44. GENERASI MILENIAL TIDAK PUNYA PRIVASI ?
  45. CURANG: BEREDARNYA PULPEN PINTAR YANG MENJAMIN KELULUSAN?
  46. DIBALIK, 'ALAH GITU DOANG!'
  47. “MABAR KUY!” MASIHKAH TERDENGAR ANSOS ?
  48. ‘ANJING, GOBLOG, BANGSAT, BAJINGAN’ BUKAN MELULU SOAL KETIDAKSOPANAN
  49. SAAT TERKENAL MEMBUAT SEORANG MERASA TERANCAM
  50. PENGETAHUAN DIUKUR DARI SEBERAPA BESAR KAPASITAS HANDPHONE

Senin, 10 Desember 2018

PENGETAHUAN DIUKUR DARI SEBERAPA BESAR KAPASITAS HANDPHONE

PENGETAHUAN DIUKUR DARI SEBERAPA BESAR KAPASITAS HANDPHONE


Sejatinya seseorang dapat dikatakan memiliki segudang ilmu karena memang dirinya sangat mumpuni dalam memahami segala hal yang dibelajarinya. Namun berbeda dengan kebanyakan generasi milenial saat ini, pengetahuan diukur dari seberapa besar kapasitas handphone yang dimiliki untuk menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkannya.

Karena sejatinya era sekarang ini sudah jauh berbeda, seperti halnya perpustakaan. Saat ini perpustakaan didesain secara online, karena internet yang mulai merajalela. Dimana sangat mudah mengakses segala hal secara online, seperti membeli buku elektronik, sehingga hal ini memungkinkan ketika seseorang tidak memiliki kapasitas yang besar maka buku koleksi buku yang dimilikinya juga sedikit.

Tidak sedikit pendagang buku di toko buku, bahkan masih sangat banyak. Namun kebiasaan orang jaman sekarang yang lebih menyukai hal-hal berbau instan dan ringan. Maksudnya jika buku-buku cetak dibawa dalam tas akan terasa sangat berat karena banyak, lain halnya denga buku-buku elektronik. Mau seberapa banyak buku elektronik yang dibawa tidak akan terasa berat karena hanya disimpan dalam satu tempat saja yaitu memory handphone. Inilah sebabnya mengapa mayoritas generasi milenial pengetahuannya diukur dari seberapa besar kapasita handphone-nya, bukan seberapa besar kapasitas otaknya dalam mengingat berbagai ilmu pengetahuan.

SAAT TERKENAL MEMBUAT SEORANG MERASA TERANCAM

SAAT TERKENAL MEMBUAT SEORANG MERASA TERANCAM


Siapa yang tidak ingin terkenal ?

Omong kosong seseorang tidak ingin terkenal!

Dalam hati kecil manusia pasti ada sedikit rasa untuk tetap ingin terlihat eksis dihadapan banyak orang. Dikenal banyak orang, dipuji, dibangga-banggakan.

Rasanya menyenangkan saat dikenal banyak orang. Ketika kita kesusahan dijalan, mudah saja orang lain menolong kita karena sudah mengenal.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa terkenal akan menimbulkan kerugian. Namun pada kenyataannya begitu. Seseorang yang terkenal justru sering merasa tidak enak pada banyak orang ketika dimintai pertolongan.

Pun juga sering kita lihat dalam social media orang-orang terkenal, mereka sering mendapatkan sindiran ataupun komentar negaif dari khalayak ramai. Selain itu juga orang-orang terkenal selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang, seakan apapun yang ia lakukan serba menimbulkan kesalahan.

Misalnya saja pemain sinetron. Terlihat sekali pemain sinetron yang memerankan perilaku antagonis banyak dibenci oleh netizen. Padahal itu tuntutan profesi untuk dapat memerankan sifat antagonis dengan sangat totalitas. Seketika social media artis pemeran antagonis tersebut banjir dengan berbagai hujatan maupun komentar negatir dari netizen.

Sama halnya artis, Presiden yang merupakan orang terkenal dan terhormat nomor satu di negara juga sering mendapat hujatan dari rakyatnya sendiri.

Ayolah! Hidup jangan terlalu banyak mengomentari orang lain. Seperti hidupmu paling benar saja!

Berkacalah!

Siapa tahu sisi diri mereka yang kalian anggap megatif itu justru memberi keuntungan bagi kalian. Misalnya artis yang berperan sebagai tokoh antagonis, bayangkan saja jika tidak ada dia. Sinetron tidak akan berjalan dengan baik. Kamu tidak jadi terhibur karena sinetron itu terkesan monoton karena semua pemainnya berperan baik.

Pun juga presiden. Jangan hanya berkomentar! Kalian kita jadi presiden mudah ?

Apalagi mengatur rakyat yang susah diatur seperti kalian. Haduh elus dada berulang kali rasanya. Kalian sendiri yang sering berprasangka buruk, sebisa mungkin harus membentengi pikiran kalian dengan prasangka baik bahwa presiden sudah bekerja sebaik dan sekeras mungkin untuk rakyatnya. Karena sudah dapat dipastikan berkomitmen dalam pekerjaan itu pasti ada dalam visi setiap orang, apalagi presiden.

Jadi begitulah. Menjadi terkenal itu tidak selamanya menyenangkan. Segi menyenangkan hanya sebatas karena banyak orang yang mengenali kita, untuk selebihnya tidak ada.

‘ANJING, GOBLOG, BANGSAT, BAJINGAN’ BUKAN MELULU SOAL KETIDAKSOPANAN

‘ANJING, GOBLOG, BANGSAT, BAJINGAN’ BUKAN MELULU SOAL KETIDAKSOPANAN


Bagaimana perasaanmu ketika dipanggil dengan sebutan binatang ?

Seperti ‘anjing’ misalnya ?

Mungkin sebagian dari kita atau bahkan mayoritas dari kita akan terlihat sangat marah ketika mendengar ucapan tersebut. Karena sensitifitas tiap orang cenderung berbeda. Selain itu juga pergaulan yang tidak terbiasa dengan sebutan-sebutan semacam itu mungkin akan merasa sangat tidak nyaman ketika mendapati orang lain memanggilnya dengan sebutan tersebut.

Memang terkadang orangtua mendidik kita untuk tidak mengucapkan kata-kata buruk, karena sejatinya penilaian diri selain dari penampilan juga dari lisannya. Namun pergaulan tidak dapat dipungkiri. Tidak semuanya orang-orang disekitar kita adalah orang baik, tidak semuanya orang-orang disekitar kita berlatar belakang dari keluarga yang berpendidikan. Banyak disekeliling kita yang bahkan dekat dengan kita memiliki latar belakang lebih buruk dari kita, sehingga terlihat dari segala ucapan yang dilontarkannya berbunyi kasar. Yang pada akhirnya dapat memengaruhi kita untuk mengikutinya.

Namun kembali lagi, seluruhnya tidak dapat dipukul rata bahwa seseorang yang mengatakan perkataan kotor adalah orang-orang yang berkepribadian buruk. Dosen saya yang tergolong orang berpendidikan mengakui sering menyebut temannya dengan sebutan ‘bajingan’ karena memang saking akrab dan dekatnya, dan tidak ada rasa saling tersinggung dari keduanya.

Pun juga untuk kata yang tergolong sekawan dengan kata ‘anjing’, ketika seseorang sudah sering menggunakan kata-kata kotor tersebut maka rasanya tidak akan lagi terdengar kotor, karena sejatinya kata-kata tersebut sudah menjadi bahasa ibuan atau bahasa sehari-hari yang sering dilontarkan oleh anak muda. Jadi kata-kata tersebut tidak selamanya bermakna ketidaksopanan melainkan berubah menjadi bahasa persahabatan ketika keduanya yang saling mengucap dan mendengar sama-sama saling terbiasa menggunakan kata-kata tersebut.

“MABAR KUY!” MASIHKAH TERDENGAR ANSOS ?

“MABAR KUY!” MASIHKAH TERDENGAR ANSOS ?


Generasi Milenial sering kali disebut sebagai generasi anti sosial. Yang mana penilaian itu selalu dilihat dari apa yang mereka bawa yaitu gadget. Kemanapun mereka pergi tak pernah lupa membawa gadget. Bahkan sampai lupa waktu segalanya, entah itu lupa mandi, lupa makan, lupa dengan orang-orang disekitarnya. Hingga akhirnya banyak orangtua yang mengecap bahwa generasi milenial adalah generasi anti sosial, sebab sering menyendiri dan menyibukkan diri dengan gadget-nya.

Memang benar gadget membuat anti sosial bagi kebanyakan orang, namun tidak selamanya orang yang memegang gadget  adalah orang yang anti sosial. Hanya segelintir orang yang tidak mampu mengondisikan dirinya ketika sedang memegang gadget sehingga mengisolasi diri dari lingkungan sosial dengan menunjukkan sikap menyibukkan diri dengan gadget tanpa memedulikan lingkungan sekitr.

Padahal banyak manfaat dari gadget yang tidak diketahui oleh orangtua. Seperti halnya ketika bermain game online, dimana permainan ini dibutuhkan lawan yang benar-benar harus dari orang lain, bukan komputer. Sehingga membuat pemain tersebut memberikan ajakan kepada teman/orang lain untuk menjadi lawan bermainnya.

Biasanya mereka yang sering bermain game online sering berkata, ‘mabar yuk!’ ketika mengajak ataupun menawari teman/orang lain untuk menjadi lawan bermainnya.

Melalui mabar tersebut timbul manfaat dimana satu orang yang tadinya tidak akrab menjadi saling akrab, yang awalnya tidak saling kenal menjadi kenal gara-gara game online tersebut.

Berdasarkan fakta diatas dapat disimpulkan bahwa tidak selamanya gadget membuat seseorang menjadi ansos, bisa jadi seseorang menyibukkan diri memainkan gadgetnya karena memang sedang bersosialisasi dengan orang-orang diluar sana yang jaraknya terlampau jauh.
Yang terpenting adalah jangan pernah memukul rata sesuatu dengan pendapat ‘sok tahu’ anda kalau pada dasarnya anda tidak tahu.

DIBALIK, 'ALAH GITU DOANG!'

DIBALIK, 'ALAH GITU DOANG!'


Ada apa dibalik kata 'alah gitu doang' ?

Apalah dibalik kata tersebut ada hadiah ?

Oh bukan ternyata. Dibalik 'alah gitu doang' ada penyanyi Rossa.

Rossa sedang bernyanyi disana. Menyanyikan lagunya yang berjudul, 'Hati yang Kau Sakiti'.

Ya, betul. Dibalik seseorang mengucap kata 'alah gitu doang' pada lawan bicaranya maka  terkadang akan memunculkan perasaan sakit hati pada lawan bicaranya tersebut. Karena oada dasarnya kata tersebut sangatlah mengandung unsur sensitif yang tinggi bagi sebagian orang.

Tak masalah jika kamu mengatakan hal tersebut kepada orang yang biasa-biasa saja. Namun akan berakibat fatal jika kamu mengatakan hal tersebut pada lawan bicaramu yang memiliki perasaan mudah sensitif, orang tersebut akan sangat tersinggung.

Mengapa tersinggung hanya dengan kata 'alah gitu doang' ?

Karena mereka merasa diremehkan, mereka merasa ditindas, mereka merasa tidak mempunyai kemampuan melakukan suatu hal tersebut yang dianggap mudah oleh orang lain. Oleh sebabnya hanya dengan kata 'alah gitu doang' dapat membuat sebagian orang merasa tersinggung.

Siapa yang perlu berubah ?
Apakah seseorang yang mudah terainggung atau seseorang yang midah saja berkata 'alah gitu doang' ?

Tentu saja seseorang yang mudah berkata. Karena sejatinya perasaan sulit untuk dirubah, bahkan tidak bisa. Sekali saja sakit hati maka akan susah untuk kembali baik. Bisa saja kembali namun tidak seutuh dan sebaik dulu. Sama halnya dengan piring yang pecah, bisa saja disusun ulang dengan bantuan lem namun tidak sebaik dulu kala, akan ada serpihan-serpihan kecil yang hilang dan tak mampu melengkapi bagian yang hilang.

Toh juga yang membuat hati menjadi sakit adalah lidah. Betul ?

Kalau bukan karena ucapan maka hati akan tetap baik-baik saja.



Jadi, untuk seluruh teman-teman yang membaca artikel ini, mulai sekarang jika ada orang lain yang meminta bantuan kepada kita, mohon kurangi ucapan 'alah gitu doang' karena ucapan ini akan terdengar sangat sensitif ditelinga orang-orang yang mudah tersinggung. Kita pun juga tidak tahu bagaimana perasaan lawan bicara kita, oleh sebab itu lebih baik kita menjaga lisan kita, berhati-hatilah dalam berucap. Hidup ini akan damai jika tidak ada yang tersakiti.

CURANG: BEREDARNYA PULPEN PINTAR YANG MENJAMIN KELULUSAN?

CURANG: BEREDARNYA PULPEN PINTAR YANG MENJAMIN KELULUSAN?


Lulus tidaknya seseorang dipengaruhi oleh hasil kerja keras mereka dalam belajar. Tidak heran jika seseorang mendapat nilai bagus karena memang rajin belajar. Yang mengherankan ketika seseorang tidak rajin belajar, hari-hari ketika ditanya guru tidak paham namun nilai ulangannya selalu bagus, namun ketika ditelusuri dia sama sekali tidak membawa contekan berupa kertas, pun juga dibadannya tak nampak coretan apapun sebagai bahan contekan.

Jangan salah. Sangat banyak haker didunia ini untuk mendapatkan sesuatu hal secara instan. Contoh kecil pulpen. Baru-baru ini muncul di wilayah kita, Indonesia. Tentang pulpen bertinta transparan.

Lantas kalau transparan tidak bisa dibaca dong ?

Siapa bilang ?

Bisa. Tinta pulpen hanya bisa dilihat dengan sinar yang telah disediakan dengan pulpen tersebut.

Entah haker mana yang telah menciptakan pulpen ini, dan entah apa motivasi haker ini untuk menciptakan barang-barang ini. Yang jelas hal ini sangat buruk sekali. Karena banyak siswa menyalahgunakannya. Siswa banyak menulis contekan dengan pulpen tinta tak terlihat ini agar tak diketahui pengawas, agar seklah-olah dirinya masuk ruangan hanya membawa kertas kosong bukan kertas contekan.

Ketika untuk bersenang-senang dalam bermain okelah pulpen ini boleh digunakan, namun ketika digunakan untuk mencontek ? Ayolah, c'mon! Bangkit! Orang bodoh tidak selamanya ingin bertahan dizona yang sama, perbaiki kebodohanmu dengan rajin belajar, jangan justru menciptakan hal-hal bodoh untuk mendapatkan sesuatu yang instan.