DOSEN SEBAGAI PANUTAN
Boleh jadi ketika masih kecil semua anak-anak menjadikan orangtua sebagai satu-satunya panutan dalam hidup mereka. Namun ketika sudah dewasa, dengan sendirinya mereka akan sadar bahwa tidak akan cukup jika hanya berpanutan pada orangtua nya saja, melainkan juga harus berpanutan pada seseorang yang sekiranya mampu menginspirasi hidupnya di masa mendatang. Sejatinya anak yang sudah mencapai keberhasilan dalam tumbuh kembangnya tidak akan lagi berpikir secara konkret, melainkan sudah dapat berpikir menggunakan logikanya.
Kuliah merupakan satu-satunya bangku pendidikan yang memperkenalkan kehidupan sebenarnya kepada peserta didik. Karena seluruhnya dilakukan tanpa ada bantuan dari orangtua. Bagaimana tidak ? Rata-rata mahasiswa merupakan warga perantauan yang rela hidup terpisah dari orangtua hanya demi mencapai langkah awal menuju cita-citanya.
Orangtua menjadi panutan ketika dirumah. Namun apakah akan terus menerus menjadi panutan saat sang anak sudah jarang bersamanya ? Tidak. Seperti halnya mahasiswa. Dalam dunia barunya mereka tidak lagi menjadikan orangtua sebagai panutannya karena keberadaannya yang terlampau jauh. Lebih-lebih ketika berbicara soal program studi yang sedang ditempuhnya untuk mencapai cita-cita, orang tua tidak akan paham betul mengenai segala bidang mata kuliahmu, sehingga tidak bisa dijadikan panutan untuk seterusnya.
Lantas siapa yang pantas menjadi panutan bagi para mahasiswa ini ?
Dosen. Ya. Setiap dosen selalu menginspirasi bagi seluruh mahasiswanya, karena pada dasarnya mereka jauh lebih berpengalaman dalam program studi yang diampunya dibandingkan dengan mahasiswanya. Setiap dosen memiliki karakter sendiri dalam menyampaikan pengajaran. Dengan masing-masing cara ini sebenarnya dosen sedang beraksi menjadi sosok inspirator bagi mahasiswanya.
Mahasiswa bebas memilih karakter dosen mana yang sesuai dengan dirinya untuk menjadi panutan di masa depan.Maka yakinkan pada diri kalian bahwa apapun yang dikatakan oleh dosen merupakan kejadian yang sebenar-benarnya terjadi, bukan hanya sekedar cerita fiktif belaka yang dijadikannya sebagai strategi pembelajaran. Walau terkadang kita mendengar pengalaman-pengalaman ambigu yang diceritakan oleh dosen, namun percayalah yang dosen lakukan semata-mata hanya ingin menginspirasi mahasiswanya.
Maka jadikanlah dosen sebagai panutanmu dalam menjalani hidup. Karena mereka adalah satu-satunya memori berjalan yang akan mengarahkan kamu pada keadaanmu mendatang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar