Senin, 10 September 2018

JADILAH IBU DET*OL !

JADILAH IBU DET*OL !


Sering mendengar jargon ‘kisah Ibu Det*ol’ ?

Kisah seorang Ibu yang membiarkan anaknya bereksplorasi tanpa takut terkena kuman namun masih dengan pengawasannya. Ya... Apakah anda termasuk Ibu det*ol juga ? Yang membiarkan anaknya bermain liar diluaran bersama kuman ?

Pernahkah kalian mendengar pernyataan yang diajukan oleh Ibu kepada anaknya saat hendak masuk kedalam sekolahan ? Pernyataan tentang baju seragam yang dilarang untuk dikotori ? Biasanya tak jarang dari Ibu-ibu ini menyampaikan kepada anaknya bahwa, ‘Jangan sampe kotor ya seragamnya! Nanti susah dicuci’. Pernyataan semacam ini adalah kesalahan besar yang pernah dilakukan oleh orang tua. Secara tidak langsung orang tua mematahkan keinginan anak untuk bersosialisasi dengan teman-teman lain yang bermain dengan debu-debuan diluaran sana.

Sedangkan tempat sosialisasi terbesar anak hanya dapat ditemukan dalam lingkungan sekolah saja, yang mana saat jam istirahat anak-anak bermain bersama diluar kelas/lapangan karena memang terkadang guru melarang anak untuk bermain didalam kelas. Jadi asumsi anak saat orang tuanya mengatakan, ‘Jangan sampe kotor ya seragamnya! Nanti susah dicuci’ pilihan mereka antara diam saat jam istirahat melihat teman-teman lainnya bermain atau nekat bergabung namun masih tetap menjaga amanah dari orang tuanya.

Terbayang bukan bagaimana itu, ‘nekat bergabung namun masih tetap menjaga amanah dari orang tuanya’ ? Dimana anak tersebut tidak dapat mengumpat perasaannya bahwa ia ingin sekali dapat bermain bersama teman-temannya dan kemudian bergabung untuk bermain bersama namun ia bermain dengan ruang yang sangat terbatas, agar supaya seragamnya tidak kotor. Seperti halnya ia memberitahukan kepada teman-temannya saat hendak memulai permainan, ‘jangan dorong-dorong aku ya nanti kalau aku jatuh baju aku kotor’.

Selalu saja ada anak yang nakal dan jahil saat mendengar pernyataan demikian. Yang mana anak jahil ini akan berusaha untuk berpura-pura tidak sengaja menyenggol badan anak takut kotor ini hingga akhirnya terjatuh. Dan pada akhirnya akan menimbulkan per cek-cok an antara keduanya.

Masih mending kalau anaknya yang cek-cok, suatu saat juga pasti akan bermain bersama kembali. Namun apa jadinya kalau orang tuanya yang cek-cok, akibat dari kedua anak tadi saling melaporkan kejadian kepada orang tuanya dan sama-sama saling melakukan pembelaan atas dirinya. Terdengar lucu bukan, permusuhan yang terjadi pada orangtua tak kunjung reda padahal anaknya sudah bermain bersama kembali.

Oleh sebabnya sangat disarankan kepada para orang tua khususnya Ibu, jadilah orang tua seperti dalam istilah ‘Ibu det*ol’. Berikan kesempatan untuk anak anda menghabiskan masa kecilnya dengan kesenangan bermain bersama teman-temannya tanpa beban. Supaya jiwa sosial anak anda tertanam dengan baik melalui berbagai permainan yang melibatkan banyak orang tersebut. Entah dari bekerja sama antar tim, jiwa solidaritas, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar