Senin, 10 September 2018

WASPADA BERITA HOAX PADA ANAK

WASPADA BERITA HOAX KEPADA ANAK


Pola berpikir anak memang masih sangat sederhana. apapun yang ia lihat dan dengar akan sangat membekas jelas dalam ingatnnya. Ini disebabkan karena memang kapasitas memory anak masih belum terisi penuh, sehingga apapun yang dia lihat ataupun dengar sangat mudah untuk diingatnya atau masuk kedalam ingatan jangka panjang.

Tak jarang banyak orang tua cerdas yang memanfaatkan daya ingat saat anak masih di usia emas ini. Dimana  terkadang orang tua mulai memberikan stimulus kepada anak tentang pengetahuan ringan seperti menghafal angka, huruf, warna, dan lain sebagainya melalui lagu.

Dalam usia emas anak-anak sangat mudah dalam hal menyampaikan berbagai informasi yang ia ketahui, dan ia akan merasa sangat senang apabila informasi yang disampaikannya didengarkan dan diperhatikan banyak orang. Namun dibalik semua ini perlu adanya kewaspadaan dari para orang tua dalam mengasuhnya. 

Karena apapun yang diucapkan ataupun yang dilakukan oleh orang tua bisa saja ditirukan oleh anaknya dan diinformasikan kepada orang lain/teman-teman seusianya. Karenanya para orang tua harus berhati-hati dalam berucap dan berperilaku, sebab kunci kecerdasan anak terletak pada cara orang tua mendidiknya.

Apapun yang diucapkan dan dilakukan oleh orang tua selalu dianggap benar oleh anaknya. Maka dari itu orang tua wajib berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada anak. Jangan sampai salah menyampaikan sesuatu kepada anak, atau bahkan memberikan seputar informasi yang terdengar ambigu bagi anak.

Seperti contohnya yaitu, lagi-lagi soal anak yang tidak doyan makan. Sering kita mendengar orang tua berkata pada anaknya yang tidak mau menghabiskan makannya, ‘nanti kalau nggak habis nasinya nangis loh’ atau ‘nanti kalau nggak habis ayamnya mati loh’. Penjelasan semacam ini akan membuat anak merasa bingung.

Masih mending kalau sang anak mampu menyembunyikan kebingungannya. Bayangkan andai saja anak itu kemudian mengatakan hal tersebut kepada temannya dan menyebarluaskan berita hoax yang telah disampaikan orang tuanya ini. Orang tua lain yang memahami cara mendidik anak saat menerima berita hoax dari anak anda tersebut maka mereka akan mengklaim bahwa anda sangat bodoh dalam mendidik anak.

Maka dari itu sangat disarankan bagi orang tua untuk memberikan informasi yang benar kepada anak ketika dalam proses mendidik perkembangannya. Jangan sampai ketika besar nanti saat anak anda mengingat hal tersebut dirinya merasa dibodoh-bodohkan oleh orang tuanya sendiri karena menerima informasi yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar