Selasa, 25 September 2018

PANGGILAN ALLAH YANG DIABAIKAN

PANGGILAN ALLAH YANG DIABAIKAN

Apa yang sering guru kita katakan ketika mendengar suara adzan?

“Segera-kan-lah nak. Jangan ditunda-tunda. Karena menunda sesuatu itu apabila dipelihara akan semakin buruk akibatnya”.
Menyinggung hal tersebut saya merasa ada kejanggalan. Apakah kalian tahu apa kejanggalan itu ?

Kejanggalannya yaitu terletak pada penataan jam pelajaran di setiap sekolah/kampus. Apa yang dikatakan oleh guru mengenai ‘penyegeraan untuk menunaikan sholat’ ini bertolak belakang dengan fakta di dunia pendidikan. Dimana masih adanya sekolah/kampus yang memberikan jam istirahat siang tepat pada pukul setengah satu atau bahkan pukul satu siang. Sehingga ketika adzan dzuhur berkumandang, sebagai citra penunjuk rasa partisipan tersebut seluruh anggota kelas hanya bersikap ‘diam’ seolah menghormati panggilan adzan tersebut. Namun yang terjadi demikian adalah setelah adzan selesai suasana kelas kembali melaksanakan proses belajar mengajar. Dari fenomena tersebut sudah dapat dimengerti pada titik mana perkataan guru yang bertolak belakang dengan dunia pendidikan, bukan ? Mereka tidak menyegerakan panggilan adzan.

Ya. Guru tetap melanjutkan pembelajaran tanpa mengakhirinya dan memerintah siswa-siswanya untuk sholat. Tak jarang ketika ada siswa yang meminta izin pada guru untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur, guru menjawab ‘nanggung. Sebentar lagi ya’. Miris bukan ? Hal semacam ini terjadi di Indonesia yang notabene merupakan negara beragama muslim terbesar di dunia.

Pernah dengar istilah ‘di gugu dan di tiru’ ? Istilah tersebut merupakan kiasan yang seolah-olah memberikan angkronim dari kata GURU. Dari penjelasan singkat itu dapat kita pahami bahwa apapun yang dikatakan oleh guru maka akan diikuti oleh muridnya. Maka apabila anda seorang guru yang gemar menasihati murid namun diri anda sendiri tidak melakukan nasihat tersebut, lebih baik diam. Karena apabila nasihat anda hanya sebatas omong kosong belakang maka hal tersebut akan merugikan diri anda sendiri ketika mendapati murid anda kritis dalam mengomentasi nasihat anda yang tidak sesuai dengan tindakan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar